Recruitment Analysis: Sistem Infromasi Rute Angkutan Umum (Angkot)

Angkutan kota atau biasa disingkat Angkot atau Angkota adalah sebuah transportasi umum dengan rute yang sudah ditentukan. Tidak seperti bus yang mempunyai halte sebagai tempat perhentian, angkutan kota dapat berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di mana saja. Di era yang sudah serba digital ini, banyak sekali alat-alat transportasi praktis seperti ojek online dan mobil online, namun hal ini tidak begitu saja membuat angkot kehilangan eksistensinya. Masih banyak masyarakat yang lebih memilih angkot sebagai sarana transportasi

Angkot Kalapa-Ledeng Kota Bandung (Dok: Sangkara Nararya, 2017)
Angkot Kalapa-Ledeng Kota Bandung (Dok: Sangkara Nararya, 2017)

Angkot tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di ibukota Jawa Barat. Di Bandung banyak sekali variasi angkot yang beroperasi setiap harinya, hal ini membuat bingung penumpang angkot itu sendiri, apalagi bagi mereka yang baru saja pindah ke Bandung untuk tujuan pendidikan misalnya. Hal ini bisa menyebabkan masyarakat lebih memilih moda transportasi online yang lebih mudah, cepat, dan langsung sampai ke tempat tujuan. Padahal, banyak sekali artikel di internet yang memberikan informasi rute angkot-angkot di Bandung. Namun kembali lagi kepada kenyataan, bahwa masyarakat kita lebih suka hal-hal yang praktis dan tidak menyukai hal-hal yang ribet. Maka dari itu, kami ingin menjawab keresahan masyarakat tersebut dengan membuat aplikasi “Sistem Informasi Rute Angkutan Umum (Angkot)” yang bisa diakses menggunakan smartphone sehingga pengguna bisa mengakses aplikasi tersebut kapan saja dan dimana saja dan tentunya bisa membuat angkot mempunyai daya saing yang tinggi dengan moda transportasi online lainya, sehingga penggunaan angkot bisa semakin masif dan membuat penggunaan kendaraan pribadi berkurang yang tentunya bisa mengurangi angka kemacetan dan polusi di jalan.

Dalam menunjang pembuatan aplikasi, diperlukan requirement analysis untuk mengetahui masalah yang terjadi, salah satu metodenya adalah wawancara. Maka dari itu kami melakukan wawancara dengan beberapa narasumber. Dari 5 narasumber yang kami wawancarai, terdapat satu orang yang menyatakan bahwa rutin menggunakan angkot sekali dalam seminggu dan empat orang lainnya menyatakan sangat jarang untuk menggunakan angkot. Dari hasil wawancara yang kami lakukan banyak yang lebih memilih untuk menggunakan transportasi online dibanding angkot karena dianggap lebih efisien dan mudah. Selain itu, dari wawancara ini juga kami dapati bahwa banyak yang tidak mengetahui rute angkot yang ada sehingga tidak tahu harus menggunakan angkot jurusan apa untuk sampai ke tempat yang akan dituju.

Demi memenuhi kebutuhan pengguna, kami pun bertanya perihal hal apa saja yang sekiranya yang perlu ditampilkan atau yang harus ada pada aplikasi yang akan kami bangun. Hal-hal tersebut yaitu:

  • Fitur login
  • Fitur pengaturan
  • GPS untuk menunjukkan posisi dari pengguna
  • Fitur untuk memasukkan tempat destinasi
  • Nama jurusan angkot yang harus digunakan
  • Warna dan nomor angkot yang harus digunakan
  • Rute dari angkot harus digunakan, serta
  • Kisaran harga yang perlu dibayarkan.
Berikut adalah beberapa data hasil survei :

https://drive.google.com/file/d/1dA2wessEVowLXQ64d4DS76DeCLVN8Xwt/view?usp=sharing

Apa itu scrum?

Scrum merupakan framework untuk manajemen pengembangan software dengan karakteristik cekatan dan bersifat iteratif dan incremental. Scrum mendefinisikan dirinya fleksible, strategi pengembangan yang menyeluruh di mana seluruh team bekerja sebagai satu unit dalam mencapai sebuah gol yang sama.

Dalam menjalankan kerjasama antara anggota team, scrum menekankan lokasi fisik yang sama atau sarana online yang akrab antara semua member, dan juga pertemuan muka dengan muka setiap hari antara semua anggota team.

Prinsip kunci dari scrum adalah memahami bahwa dalam project yang tengah berlangsung, klien mungkin mengubah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Perubahan sulit diadaptasi oleh framework pengembangan aplikasi yang bersifat tradisional.  Scrum menerima perubahan ini dan memaksimalkan seluruh anggota team untuk menyesuaikan perubahan mendadak ini.

Scrum mengadopsi permainan Rugby yang begitu mudah menyesuaikan diri semua anggota team setelah ada sedikit pelanggaran. Kemudian menyesuaikan diri inilah yang mengimpirasi scrum.

Scrum bisa dijelaskan dengan poin-poin berikut ini:

  1. Pemilik produk membuat daftar keinginan yang diprioritaskan yang disebut backlog produk.
  2. Selama perencanaan sprint, tim memilih salah satu item dari urutan teratas daftar keinginan tersebut dan memutuskan bagaimana mereka akan menjalankan potongan tersebut.
  3. Tim memiliki sejumlah waktu, yang disebut dengan istilah sprint (biasanya dua sampai empat minggu) untuk menyelesaikan pekerjaannya, namun setiap harinya akan ada pengecekan untuk melihat progress pekerjaan (Scrum harian).
  4. Sepanjang jalan, ScrumMaster membuat tim tetap fokus pada tujuannya.
  5. Di akhir sprint, pekerjaan harus berpotensi untuk dikirim: siap untuk diserahkan kepada pelanggan, diletakkan di rak toko, atau ditunjukkan kepada pemangku kepentingan.
  6. Sprint diakhiri dengan review sprint dan retrospektif.
  7. Seiring sprint berikutnya dimulai, tim memilih item lain lagi dari backlog produk dan mulai bekerja lagi.
  8. Hal ini berlangsung sampai proyek dianggap selesai, baik karena deadline dan budget atau dengan melengkapi seluruh daftar item yang sudah ditentukan di awal.

Scrum mempunyai 3 Role :

  1. Product Owner
    Pengertian produk adalah tujuan dari proyek. Product Owner memastikan bahwa proyek berjalan sesuai yang diharapkan. Product Owner merupakan penjembatan antara client dengan team development. Product Owner akan menuliskan spesifikasi-spesifikasi sesuai cara pandang client, di lain pihak harus punya empati terhadap anggota team.
  2. Team Member
    Dilihat dari namanya jelas yaitu anggota-anggota team.
  3. Scrum Master
    Scrum Master akan mencegah hal-hal yang mengalihkan focus team. Scrum master akan membuat suasana kondusif supaya team dapat bekerja sama dalam mencapai goal.

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Categories